Home Komputer Linux, Symbian dan Nokia
Login Form
Who's Online
We have 3 guests online
Have Visited
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini125
mod_vvisit_counterKemarin176
mod_vvisit_counterMinggu ini301
mod_vvisit_counterMinggu lalu863
mod_vvisit_counterBulan ini991
mod_vvisit_counterBulan lalu4395
mod_vvisit_counterTotal27209

Online (20 minutes ago): 8
Your IP 38.107.191.104
,
Now is: 07-09-2010 14:22

Meski tak tertarik menggunakan Android, Linux tetap mendapat "kavling" atau tempat khusus di Nokia. Vendor ponsel terbesar dunia yang bermarkas di Finlandia itu secara khusus mengembangkan Linux sebagai platform masa depannya di samping Symbian.

"Linux punya positioning berbeda dengan Symbian. Linux akan digunakan untuk produk komputasi dan Symbian untuk smartphone. Satu lagi platform S series kita lihat perkembangannya ke depan," ujar Chris Carr, Vice President Sales Southeast Asia Pacific (SEAP) Nokia, dalam salah satu rangkaian acara Showcase Nokia 2010 di Bangkok, Thailand, Selasa (23/2/2010) sore. Salah satu produk berbasis komputasi, Nokia N900, yang merupakan handset pertama dengan Linux Maemo 5, berupaya menghadirkan pengalaman yang sama antara menggunakan komputer desktop atau notebook dengan perangkat mobile.

Belum lama ini, Nokia menguatkan keseriusannya terhadap Linux dengan mempererat kerja sama dengan Intel. Keduanya sepakat menggabungkan pengembangan platform berbasis Linux, Intel Moblin, dan Nokia Maemo menjadi Meego.

Carr menegaskan, strategi multiplatform merupakan upaya Nokia masuk ke semua segmen dengan pilihan produk yang beragam sesuai kebutuhan pengguna. Ketiga platform kini menjadi basis masa depan Nokia dan tidak akan saling mematikan. Nokia juga memastikan Linux maupun Symbian sebagai platform open source dan akan menggandeng pengembang aplikasi di sleuruh dunia untuk turut serta menyediakan solusi untuk ponsel-ponsel buatannya.

Namun, ia mengakui, dengan banyaknya platform menjadi tantangan tersendiri bagi Nokia untuk menghadapi kompleksitas bagi pengguna maupun para pengembang. Untuk mengatasinya, Nokia berupaya menyediakan alat agar pengembangan aplikasi lintas platform dapat dilakukan lebih cepat. Carr mengatakan, Nokia telah menyediakan solusi di application layer dan alat-alat pengembangan yang bisa menghasilkan aplikasi lintas platform, antara lain yang disebut Qt dan Web Runtime.

"Dengan adanya application layer, pengembang cukup membuat satu aplikasi saja dengan Qt dan bisa diturunkan ke semua platform," jelas Carr. Solusi seperti inilah yang kini disebarkan ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Nokia juga menggandeng potensi sumber daya pengembang seperti baru-baru ini dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

 
Please register or login to add your comments to this article.